Pemanasasn Global

15 Mar 2012

Bencana banjir dan badai salju di Eropa dan Amerika bukanlah pertanda berakhirnya pemanasan global yang akhir-akhir ini justru menampakkan dahsyatnya beberapa peristiwa bencana alam yang melanda di hampir seluruh dunia. Suhu bumi justru akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang meski ada perubahan suhu dingin secara tiba-tiba. Dalam seabad terakhir, suhu global naik sekitar 0,8 derajat Celsius dan ini meru pakan dampak dari pemanasan global. Namun pada waktu yang sama, kita juga mengalami variasi iklim yang saling berinteraksi satu sama la in,” papar seorang peneliti pemasan global dari Commonwealth Scientifik and Industrial Research Orgaisation (CSIRO).

Dije laskan bahwa hingga tahun 2040 dan 2050 bumi masih akan mengalami perubahan suhu dingin akibat pemanasan efek rumah kaca. dua atau tiga bulan belakangan , kondisi itu dirasakan di Eurasia atau Amerika Utara. Suhunya 10 hingga 15 derajat di bawah suhu sekarang, itu merupa kan variabilitas alam yang berulang secara cepat sehIngga menimbulkan pemanasan rumah kaca. Banyak orang mengira, bahwa jika kita tidak mengnalami pemansan secara konstan setiap tahun berarti pemanassan rumah kaca telah sirna. Mereka telah melupakan variabilitas alam atau kondisi alam yang berubah-ubah.

Profesor Chris Field salah seorang anggota panel perubahan Iklim Antar pemerintah (IPPCC) yang mengneluarkan laaporan itu, menegaskan bahwa pemanasan global akan mengeringkan hutan di daerah-daerah tropis, sehingga membuatnya jauh lebih berpotensi terkena kebakaran hebat. Pemanasan global dapat melelehkan lapisan es di tundra Artik. Peristiwa itu akan melepaskan miliaran ton gas rumaah kaca sehingga dapat menaikan suhu global.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post